What would you do when people hurt you? Your pride, your existence, your being. The easiest way is to fight back, to show them what you're really made of.
How does that sound, though? Doesn't it only make you someone who also hurts other's pride, other's existence, other's being? It doesn't make you better than them, it only makes you the same.
"But they're the ones who started it," you said. Yes, that might be true, still it's not right to take on revenge. If that happens, wouldn't they seek revenge to you too?
Remember the person who didn't fight back? Who let them kill him? Yes, the name was Jesus. Despite of anything, He remained silent. And silence too, is power.
"For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life." John 3:16
Tuesday, April 18, 2017
Friday, April 7, 2017
Thoughts, Just Thoughts
Siapa sih yang ga pernah ngalamin yang namanya kesusahan, struggle, atau apapun sebutannya. Satu keadaan dimana lu merasa ga bahagia, dan yang kepikiran tuh cuma tentang diri sendiri. I have to admit, orang itu egocentric, and dalam situasi begini, ke-ego (aku) an nya itu meningkat tajem bak roket meluncur. Segala sesuatu jadi tentang aku, aku, dan aku.
And I am, too, a person. A wretch, to be exact. My ego has consumed me dari napas pertama. Nangis, lapar, egois ga mikirin Mama Papa lagi tidur. Orang gampang aja bilang natur bayi namanya juga. Let me emphasize : NATUR. which means memang darisananya egois. Sifat dasar manusia. Sifat egois.
Dan keakuan gw ini makin parah waktu struggling. Most of the times gw struggling, selalu malapetaka. Tiba-tiba segala jadi salah, and everything's MY fault. MINE. Dan itu impactnya ke orang sekeliling gw. which is not good. Udah mah jadi self-loathing, ditambah lagi people might loathe me.
Dalam situasi-situasi kayak gini, ngeliat yang namanya kebaikan Tuhan itu ga gampang, cenderung super susah. Kayak ga ada yang bagus, gimana mau merasa Tuhan itu baik. I know kalo Tuhan pasti baik, dan we have to put our hope in Him. You know what? Easier said than done.
I'm not the most religious person out there, and my brain itu macem orang ateis kali. Disuruh berharap, bertahan karena semua baik, tapi I always doubt myself, apa bener iya? But I don't feel good, I can't see it, I can't understand, I can't say God is good.
Dan tiba-tiba gw tersadar lagi. See berapa banyak kata I yang gw pake? Those questions, semuanya lagi ngarahin ke "aku". Tuhan tuh cuma jadi objek doank buat kita. Sebenernya kita mah cuma peduli ama diri kita sendiri. Ga koq peduli sama Tuhan.
Si AKU itu tuh penyebab segala macem rupa. Pengen rasanya ga ngeliat ke AKU lagi. But how? #masihmencarijawaban
And I am, too, a person. A wretch, to be exact. My ego has consumed me dari napas pertama. Nangis, lapar, egois ga mikirin Mama Papa lagi tidur. Orang gampang aja bilang natur bayi namanya juga. Let me emphasize : NATUR. which means memang darisananya egois. Sifat dasar manusia. Sifat egois.
Dan keakuan gw ini makin parah waktu struggling. Most of the times gw struggling, selalu malapetaka. Tiba-tiba segala jadi salah, and everything's MY fault. MINE. Dan itu impactnya ke orang sekeliling gw. which is not good. Udah mah jadi self-loathing, ditambah lagi people might loathe me.
Dalam situasi-situasi kayak gini, ngeliat yang namanya kebaikan Tuhan itu ga gampang, cenderung super susah. Kayak ga ada yang bagus, gimana mau merasa Tuhan itu baik. I know kalo Tuhan pasti baik, dan we have to put our hope in Him. You know what? Easier said than done.
I'm not the most religious person out there, and my brain itu macem orang ateis kali. Disuruh berharap, bertahan karena semua baik, tapi I always doubt myself, apa bener iya? But I don't feel good, I can't see it, I can't understand, I can't say God is good.
Dan tiba-tiba gw tersadar lagi. See berapa banyak kata I yang gw pake? Those questions, semuanya lagi ngarahin ke "aku". Tuhan tuh cuma jadi objek doank buat kita. Sebenernya kita mah cuma peduli ama diri kita sendiri. Ga koq peduli sama Tuhan.
Si AKU itu tuh penyebab segala macem rupa. Pengen rasanya ga ngeliat ke AKU lagi. But how? #masihmencarijawaban
Subscribe to:
Posts (Atom)